FOREX CHART

Forex Quote List

MARKET CALENDAR


Live Economic Calendar Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal

Wednesday, June 5, 2013

Beban Keuangan & Emosional


Beban Keuangan & Emosional


Sebagian besar hasil backtesting (pengujian historis) mengabaikan potensi kerugian akibat slippage. Ada banyak biaya lainnya yang harus dipertimbangkan, seperti komisi, kerugian slippage, perangkat komputer, kerugian antrian, software, biaya komunikasi, hilangnya bunga modal dan modal itu sendiri hingga biaya dalam proses pembelajaran anda (kerugian dari tiap kesalahan posisi). Apakah anda sudah memahaminya?

Pertimbangkan tentang pengorbanan emosional. Apa yang akan anda rasakan setelah kehilangan 30% dari modal anda? Akankah anda melanjutkan trading setelahnya? Bagaimana rasanya ketika merugi sebanyak 4 kali berturut-turut? Atau bahkan 5 kali secara beruntun, kemudian rekan anda terus mengatakan, “Sudah saya bilang apa?”. Berbagai kemungkinan ini menjelaskan betapa pentingnya apa yang disebut dengan ‘modal emosional’. Trader pemula harus menemukan sistem/metode yang mampu mengurangi beban keuangan maupun emosional.

Saran: cari sistem teknis yang bisa menolong anda untuk beli di harga rendah (buy dips) pada sebuah uptrend dan menjual saat harga naik (sell rallies) pada downtrend ketimbang menjual di kala harga turun. Seorang mekanikal trader biasanya tidak emosional karena ketika mereka loss mengangap bahwa market sedang tidak kondusif untuk sistem mereka. Mereka tetap percaya bahwa mereka akan menang dalam jangka panjang. sistem trading teknis mereka didasarkan pada Harga dan Trend sehingga mereka tidak perlu menjadi ahli pada fundamental. Memiliki sedikit tapi sangat ketat dan didefinisikan - Aturan yang mengatur entri dan exit mereka, manajemen risiko, dan size posisi. Dan tentu saja sistem itu mampu menyesuaikan dengan kepribadian anda. Apabila anda tidak mampu menerima beberapa kerugian beruntun, pertimbangkan untuk menjadi diskresioner trader (lawan dari mekanikal trader) atau sebaiknya cari penghasilan dari bidang lain.

No comments:

Post a Comment