dikutip dari Darryl Guppy's - Monexnews, Sangat penting untuk memiliki pengetahuan dasar tentang analisa teknikal dan grafik. Dengan begitu, anda bisa memilah informasi dari luar sebelum memutuskan analisa mana yang berpotensi membahayakan nilai modal anda.
Mari kita lihat contoh grafik di bawah ini.
Pada grafik tersebut ada yang menulis:
“Penurunan akhir-akhir ini dihambat oleh kombinasi beberapa tahanan, yaitu moving average dan support horisontal di level $2.34. Harga telah kembali menguat dari level support tersebut dan indikator lainnya memperlihatkan sinyal beli bullish. Target kenaikan di $2.71.”
Mari kita kupas satu per satu pemaparan analisis di atas:
Support disediakan oleh moving average. Suatu garis moving average tidak membentuk level support atau resistance. Keberadaan support dan resistancedimulai saat harga bergerak menjauh dari titik harga yang sudah terbangun sebelumnya.
Suatu moving average adalah kalkulasi matematis dari sebuah harga rata-rata. Setiap perubahan pada periode perhitungan untuk moving average turut mengubah posisi dari level support. Moving average memang memberikan suatu variabel, namun bukan sebuah level support.
Support horisontal terletak di $2.34. Sebuah level support/resistance terbentuk saat harga rebound/terkoreksi secara konsisten dari titik tersebut. Pada grafik ini, terdapat satu titik rebound di $2.34. Bila kita tarik garis tersebut ke arah kiri, garis itu tidak mencerminkan adanya titik rebound maupun koreksi. Jadi penempatan garis di level $2.34 hanyalah imajinasi semata bukan level support yang sesungguhnya.


Rangkaian indikator di atas menunjukkan bullish. Indikator stochastic memperlihatkan sebuah sinyal persilangan bullish. Keberadaannya mengikuti 4 sinyal persilanganbullish dalam periode 6 bulan, namun 50% di antaranya tidak akurat! Kehandalan sebuah sinyal indikator harus diperbandingkan dengan performanya di masa lalu dan kehandalannya pada pergerakan instrumen ini.
Sementara akurasi dari sinyal beli MACD Histogram mencapai 60% pada timeframeini. Untuk sinyal jualnya, akurasi hanya mencapai 50%. Penggunaan kombinasi antara MACD dan MACD-H menghasilkan akurasi sebanyak 2 dari 3 sinyal beli yang muncul. Kesimpulannya adalah sinyal bullish yang ditunjukkan oleh grafik MACD tidak benar.
Analisa teknikal diterapkan sesudah analisa grafik. Analisa teknikal menggunakan indikator-indikator. Sementara analisa grafik menggunakan pola dan aktivitas dari perilaku harga. Peran analisa grafik selalu lebih besar dibanding analisa teknikal karena analisa grafik mengindentifikasi perilaku dan cara pikir pelaku pasar. Pola dominan pada grafik ini adalah pola head and shoulder, sebagaimana terlihat pada titik A, B dan C.
Pola itu terbentuk dan dua hari kemudian terjadi penurunan harga. Proyeksi necklinepada pola memberikan target penurunan ke dekat $2.15. Target itu akhirnya tercapai dan terlampaui dalam 15 hari sesi perdagangan.
Selalu ada ruang untuk memiliki interpretasi sendiri dan ketidaksepakatan dengan sebuah analisis. Kita melihat grafik yang sama dan mengaplikasikan indikator yang sama pula. Namun kita memiliki bias sendiri dan mungkin menginterpretasikannya secara berbeda. Di sinilah letak sisi bisnis dari pasar keuangan. Selalu ada pembeli bagi setiap penjual, yang mempunyai pendapat dan kesimpulan berbeda.
Masalah sesungguhnya datang ketika metode analisanya tidak akurat atau tidak diaplikasikan secara benar. Ini bukan soal perbedaan interpretasi. Ini adalah undangan untuk merugi.
No comments:
Post a Comment