FOREX CHART

Forex Quote List

MARKET CALENDAR


Live Economic Calendar Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal

Wednesday, August 8, 2012

Trading by Moment



Salah satu saran yang selalu di berikan oleh para master trader adalah: “sabar… tunggu moment yang tepat untuk masuk market. Iya sih… kedengerannya mudah, tapi ternyata dalam prakteknya, ada kalanya (ato malahan sering) kita terlalu buru-buru mengambil posisi dan masuk market

Seringkali kita terpancing melihat pergerakan chart yang keliatannya mantaps buat di “buy”. Ternyata pas kita sudah buy, harga bergerak turun… ) Kita pun panik dan buru-buru close posisi buy, balik posisi, ambil posisi sell. Eh... begitu kita sell, gak lama kemudian market ternyata recovery dan harga kembali naik.  Nah kaan… )

Trading dan emosi memang gak boleh disatukan Trading dengan emosi jelas membahayakan account kita. Jadi, memang salah satu kunci untuk masuk ke market adalah: sabar, tunggu moment yang tepat.

Banyak cara mengidentifikasi moment yang tepat untuk masuk market. Semuanya tergantung system yang anda anut.

Bagi anda yang technicalist, ada beberapa kondisi yang bisa menjadi patokan untuk masuk ke market

Kondisi yang pertama adalah saat-saat breakout terjadi. Breakout biasanya terjadi apabila terbentuk chart pattern tertentu atau setelah terjadinya sideways. Anda bisa baca-baca kembali bahasan tentang macam-macam chart pattern dan trading breakout ini di artikel-artikel yang lalu

Trading breakout memungkinkan kita menggunakan momentum “pecahnya” market, yaitu saat-saat salah satu pihak, buyer atau seller memenangkan tarik menarik harga. Saat-saat breakout ditandai dengan melesat atau meluncurnya harga, yang tentunya akan sangat menguntungkan apabila kita bisa masuk ke market dengan posisi dan waktu yang tepat

Kondisi kedua yang menguntungkan untuk masuk market adalah saat-saat divergence terjadi. Divergence yang  dimaksud disini adalah perbedaan antara pergerakan harga dengan pergerakan indicator oscillator. Mengenai divergence trading  ini juga sudah pernah saya bahas di artikel sebelumnya

Nah, bagi anda yang cenderung fundamentalist, saat-saat yang dianggap tepat untuk masuk market tentunya adalah saat news release, terutama yang high impact news dengan rata-rata pengaruh terhadap pergerakan chart lebih dari 30 pips.


Berikut ini antara lain high impact news :

1. Non Farm Payroll USA (efek 100 – 200 pips).
2. Trade Balance USA (efek 70 – 120 pips).
3. Interest Rate Statements (efek kurang lebih 100 pips).
4. Durable Good (efek 50 – 100 pips).
5. Producer Price Index (efek 50 – 60 pips)
6. PPI excl. Food and Energy (efek 50 – 60 pips)
7. Consumer Price Index (efek 50 – 60 pips).
8. CPI excl. Food and Energy (efek 50 – 60 pips).
9. Trichet, Bernanke & Fukui Speaks (efek 30 – 100 pips).
10.Unemployment Rate (efek 30 – 50 pips).

Anda bisa mengecek jadwal, kapan news tersebut release. Gak usah jauh-jauh di halaman pertama site ini, sudah tersedia juga kalender forex yang mencantumkan jadwal news beserta efeknya. Jadi anda bisa menyesuaikan jadwal trading (dan jadwal tidur ) anda dengan jadwal news release tersebut  )

Dengan mengenal kondisi yang tepat untuk masuk market, anda gak harus mantengin chart terus dan mungkin juga gak harus open position setiap hari. Tapi… secara umum account anda bisa tumbuh dengan pertumbuhan positif yang konsisten, karena setiap posisi yang anda buka mengambil waktu yang tepat sehingga anda bisa mengikuti seluruh trend yang terjadi. Asyik kan?  

Monday, August 6, 2012

Pengaruh Harga Minyak, Emas dan DJI dalam Forex


Perkembangan harga komoditi dan index saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan mata uang dalam trading Forex. Sebut saja beberapa komoditi seperti minyak mentah, emas, gas alam membuat pengaruh yang kuat terhadap naik turunnya mata uang USD dan mata uang lain. Begitu juga dengan pegaruh pergerakan saham di Amerika yang tergabung dengan Dow Jones Index. Jika pergerakan saham secara umum disuatu negara mengalami penurunan maka nilai mata uang dinegara tersebut akan terkoreksi turun.

Crude Oil
Minyak mentah atau yang juga dikenal sebagai Crude Oil merupakan komoditas dan kebutuhan utama dunia saat ini. Bahkan Indonesia juga mengalami krisis minyak pada saat ini.

Output dari minyak mentah yang digunakan sehari-harinya  adalah solar, bensin, pertamax,dll. Sebesar 84% dari minyak mentah akan diolah menjadi bahan bakar kendaraan(bensin), bahan bakar pesawat terbang dan jet(disel), bahan pemanas bumi(heating), bahan bakar lain, dan gas cair(liquefied petroleum gas).

Barel adalah satuan alat tukar minyak mentah ke  kurs dollar. Pemilihan dollar sebagai alat tukar minyak dan emas adalah karena mata uang USD dikenal hampir seluruh dunia. Khusus untuk minyak, Amerika adalah negara yang konsumsi minyak tertinggi didunia melebihi Cina. Barel juga diakui dan dipakai sebagai alat satuan minyak mentah karena sudah resmi menggunakan standar ISO 9001:2000.

Kategori minyak yang biasa diperdagangkan didunia :
1. West Texas Intermediate (WTI) yang merupakan kualitas tertinggi, manis, minyak kuning keemasan yang dihasilkan di Cushing, Oklahoma(Amerika).
2. Brent Blend, yang terdiri dari 15 macam dengan diuji sistem Brent dan Ninian dihasilkan di perairan Basin Shetland timur di Laut Utara. Basis produksi adalah di Sullom Voe, Shetland. Negara-negara di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah menggunakan minyak ini sebagai standar alat tukar komoditas.
3. Dubai-Oman, disuplai ke Timur Tengah dan Asia Pasifik.
4. Tapis(diproduksi di Malaysia, disuplai ke Asia Timur).
5. Minas (diproduksi di Indonesia, juga disuplai ke Asia Timur).
6. OPEC Reference Basket, diproduksi di negara-negara anggota OPEC.

Baru-baru ini minyak kembali turun ke area dibawah $120 per barelnya. Hal ini disebabkan karena ada badai Edward yang mengacaukan pipa gas & minyak di teluk Meksiko sehingga minyak dijual dibawah harga normal (obral) untuk menyelamatkan persediaan yang ada dari badai.

Seperti pada penjelasan kami sebelumnya mengenai perkembangan minyak dunia di artikel sekolah Forex, maka negara eksportir minyak seperti Kanada akan menurun penjualannya karena turunnya harga minyak dunia. Berikut kami tampilkan grafik USD/CAD saat minyak turun dari $147,47 (15 Juli 2008) menjadi $ 118.38 (6 Agustus 2008).


usdcad1.jpg

Dengan naiknya harga minyak mentah dunia maka :
1.    Nilai mata uang USD akan melemah. Hal ini disebabkan karena beban konsumsi minyak negara Amerika juga akan meningkat diikuti neraca perdagangan yang negative.
2.    Nilai mata uang negara pengespor rutin minyak dunia seperti CAD(Kanada) dan NOR(Norwegia) akan naik.
3.    Nilai pasangan mata uang( pair) terhadap USD yang lain seperti  AUD/USD, EUR/USD, GBP/USD, dan NZD/USD diikuti dengan melemahnya pair USD/CHF, USD/JPY dan USD/CAD.

Emas
Emas digunakan sebagai satuan standard berdasar sistem Bretton Woods. Simbol Emas berdasar standar ISO adalah XAU. Ukuran kemurnian emas dikenal dengan karat. Yang paling murni adalah 24 karat. Harga emas yang tinggi pada saat ini karena jumlahnya memang sangat terbatas. Pertama kali pemerintah Amerika mematok harga emas menjadi $20,67 per troy ons($664,56/kg), pada tahun 1934 naik menjadi $35 per troy ons atau setar dengan $1125,27 per kg. Pada tahun 1961 Amerika dan Eropa membuat manipulasi harga di pasar hingga harga emas melambung tinggi pada saat ini. Saat ini harga emas adalah $892,4 per onz.

Pada tahun 2005 badan World Gold Council memperkirakan persediaan emas didunia saat ini mencapai 3859 ton. Jika dikurangi dengan permintaan akan emas yang totalnya mencapai 3754 ton maka masih ada sisa sebesar 105 ton.

Emas adalah standar nilai mata uang kebanyakan Negara seperti halnya Amerika. Maka dapat dikatakan emas adalah komoditas berharga kedua setelah minyak. Negara yang paling sensitive terhadap naik turunnya harga emas adalah AUD. Berikut kami tampilkan nilai AUD/USD saat harga emas mencapai $957 per ons (tanggal 15 Juli) dan data terkini (6 Agustus 2008) saat harga emas mencapai $891 per ons.


usdcad2.jpg


Dow Jones Index
Dow Jones Index adalah index utama yang mencakup semua jasa layanan termasuk didalamnya nilai tukar dan berbagai produk investasi lainnya. Yang lebih dikenal adalah Dow Jones Industrial Average atau lebih dikenal dengan Dow Jones Index yang mencakup 130.000 jenis produk investasi fix income dan alternatif, termasuk didalamnya investasi  hedge fund dan pasar komoditi. DJI juga merupakan pemilik dari Dow Jones STOXX Index, salah satu basis index yang didalamnya terdapat index Eropa, Wilshire Associates(Dow Jones Wilshire Global Index) yang terdiri dari data Dow Jones Wilshire 5000 yang didalamnya terdapat index di 60 negara dan 12.000 perusahaan sekuritas. Sistem yang terdapat didalamnya merupakan suatu kesatuan sistem yang terpadu dan terintegrasi satu dengan yang lainnya.
  dji-stock.jpg
Intinya Dow Jones Index mencerminkan 95% kapitalisasi perusahaan Amerika, diluar perusahaan kecil menengah yang pergerakan sahamnya lambat.
Jika pergerakan DJI melemah atau menguat maka pergerakan mata uang USD juga akan terpengaruh. Jika semua harga saham yang tergabung dalam DJI naik maka nilai mata uang USD juga akan cenderung naik, demikikan sebaliknya.

Kesimpulan :
Setelah mempelajari artikel ini kita dapat menyimpulkan bahwa sebelum entry posisi pada market berjangka(forex,komoditi, index) maka kita juga harus memperhatikan nilai dan perubahan harga emas, minyak dan DJI. Sejauh mana pergerakannya kita dapat menyimpulkan apa pengaruhnya terhadap mata uang yang sedang atau yang akan kita tradingkan.

Hati-hati Menerapkan Analisa Teknikal


dikutip dari Darryl Guppy's - Monexnews, Sangat penting untuk memiliki pengetahuan dasar tentang analisa teknikal dan grafik. Dengan begitu, anda bisa memilah informasi dari luar sebelum memutuskan analisa mana yang berpotensi membahayakan nilai modal anda.


Mari kita lihat contoh grafik di bawah ini.
Pada grafik tersebut ada yang menulis:
“Penurunan akhir-akhir ini dihambat oleh kombinasi beberapa tahanan, yaitu moving average dan support horisontal di level $2.34. Harga telah kembali menguat dari level support tersebut dan indikator lainnya memperlihatkan sinyal beli bullish. Target kenaikan di $2.71.”
Mari kita kupas satu per satu pemaparan analisis di atas:
Support disediakan oleh moving average. Suatu garis moving average tidak membentuk level support atau resistance. Keberadaan support dan resistancedimulai saat harga bergerak menjauh dari titik harga yang sudah terbangun sebelumnya.
Suatu moving average adalah kalkulasi matematis dari sebuah harga rata-rata. Setiap perubahan pada periode perhitungan untuk moving average turut mengubah posisi dari level support. Moving average memang memberikan suatu variabel, namun bukan sebuah level support.
Support horisontal terletak di $2.34. Sebuah level support/resistance terbentuk saat harga rebound/terkoreksi secara konsisten dari titik tersebut. Pada grafik ini, terdapat satu titik rebound di $2.34. Bila kita tarik garis tersebut ke arah kiri, garis itu tidak mencerminkan adanya titik rebound maupun koreksi. Jadi penempatan garis di level $2.34 hanyalah imajinasi semata bukan level support yang sesungguhnya.
Rangkaian indikator di atas menunjukkan bullish. Indikator stochastic memperlihatkan sebuah sinyal persilangan bullish. Keberadaannya mengikuti 4 sinyal persilanganbullish dalam periode 6 bulan, namun 50% di antaranya tidak akurat! Kehandalan sebuah sinyal indikator harus diperbandingkan dengan performanya di masa lalu dan kehandalannya pada pergerakan instrumen ini.
Sementara akurasi dari sinyal beli MACD Histogram mencapai 60% pada timeframeini. Untuk sinyal jualnya, akurasi hanya mencapai 50%. Penggunaan kombinasi antara MACD dan MACD-H menghasilkan akurasi sebanyak 2 dari 3 sinyal beli yang muncul. Kesimpulannya adalah sinyal bullish yang ditunjukkan oleh grafik MACD tidak benar.
Analisa teknikal diterapkan sesudah analisa grafik. Analisa teknikal menggunakan indikator-indikator. Sementara analisa grafik menggunakan pola dan aktivitas dari perilaku harga. Peran analisa grafik selalu lebih besar dibanding analisa teknikal karena analisa grafik mengindentifikasi perilaku dan cara pikir pelaku pasar. Pola dominan pada grafik ini adalah pola head and shoulder, sebagaimana terlihat pada titik A, B dan C.  
Pola itu terbentuk dan dua hari kemudian terjadi penurunan harga. Proyeksi necklinepada pola memberikan target penurunan ke dekat $2.15. Target itu akhirnya tercapai dan terlampaui dalam 15 hari sesi perdagangan.
Selalu ada ruang untuk memiliki interpretasi sendiri dan ketidaksepakatan dengan sebuah analisis. Kita melihat grafik yang sama dan mengaplikasikan indikator yang sama pula. Namun kita memiliki bias sendiri dan mungkin menginterpretasikannya secara berbeda. Di sinilah letak sisi bisnis dari pasar keuangan. Selalu ada pembeli bagi setiap penjual, yang mempunyai pendapat dan kesimpulan berbeda.
Masalah sesungguhnya datang ketika metode analisanya tidak akurat atau tidak diaplikasikan secara benar. Ini bukan soal perbedaan interpretasi. Ini adalah undangan untuk merugi.